Jumat, 21 November 2014

Ini Kata Menteri Keuangan soal Alokasi Pengalihan Subsidi BBM

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Keuangan (Menkeu) Bambang Brojonegoro buka-bukaan soal rencana pengalokasian dana dari penghematan subsidi bahan bakar minyak setelah pemerintah menaikkan harga BBM bersubsidi pada Senin (17/11/2014). Ini gambaran rencananya.

"Untuk infrastruktur (anggarannya). Tahun depan target Rp 16 triliun hanya untuk irigasi," kata Bambang, saat berbincang bersama wartawan di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (18/11/2014). Sebelumnya, Bambang menyebutkan kenaikan harga BBM bersubsidi ini menghemat subsidi sekitar Rp 100 triliun.

"Irigasi di kita banyak sampai sekunder, tersier, tapi 40 persen rusak. In general, infrastruktur akan jadi perhatian besar," ujar Bambang. Anggaran dari pengurangan subsidi BBM juga akan disalurkan bagi bantuan pupuk dan benih kepada para petani.

Sementara itu, di sektor kelautan, dana itu rencananya akan dialokasikan dalam bentuk bantuan mesin kapal ikan. Di luar kedua sektor unggulan Pemerintahan Jokowi, menurut Bambang sisa dana itu juga akan menyasar ke berbagai sektor lain seperti sektor ketahanan energi, semacam eksensifikasi untuk jaringan gas rumah maupun transportasi.

"Menteri ESDM setuju untuk konversi, dan yang paling masuk akal itu (beralih ke) gas. Kalau gas harga hanya Rp 3.100. Murah. Tapi enggak ada yang mau sediain karena (harga jual) murah," tutur Bambang. "Harga itu perkiraan awal Rp 4.500. Bayangkan kalau itu bersaing dengan Solar yang Rp 5.500 (per liter), dengan selisih itu enggak akan berhasil diversifikasi," kata dia.

Bambang juga menyampaikan, sektor transportasi publik bakal mendapatkan tambahan anggaran pula. "Public transportation juga didorong," ujar dia. Sektor lain, imbuh dia, tak luput pula mendapat manfaat dari pengalihan subsidi berupa kenaikan harga BBM ini.

"(Akan juga) diperbaiki sisi suplai kayak RS, alat kesehatan, dokter. Di sisi lain juga, kan ada iuran, bisa iuran dinaikkan atau penerimanya diperluas," kata Bambang.

Terkait dana pembangunan desa, Bambang menyebutkan nominal Rp 9 triliun yang dialokasikan pada tahun ini masihlah kecil. Dia berjanji menambah alokasi anggaran tersebut.

Meskipun sudah menyebutkan deretan rencana penyaluran dana dari penghematan subsidi BBM ini, Bambang mengatakan rincian dana alokasi per sektor belum dapat dipastikan. Dia berkilah, rinciannya baru bisa dipastikan setelah penetapan APBN Perubahan 2015. 

SUMBER :

ANALISIS :
Menteri Keuangan Bambang Brojonegoro memberitahu informasi mengenai anggaran dana alokasi untuk tahun ini. Menurut Menteri Keuangan (MenKeu) Bambang Brojonegoro anggaran untuk irigasi sebesar Rp. 16 Triliun. Beliau juga menyampaikan sektor transportasi publik bakal mendapat tambahan anggaran. Beliau juga menyebutkan nominal sebesar Rp 9 Triliun yang dialokasikan pda tahun ini masihlah kecil.
Bambang mengatakan bahwa rincian dana alokasi per sektor belum dapat dipastikan. Dia berkilah bahwa rinciannya baru dapat dipastikan setelah penetapan APBN Perubahan 2015.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar